SEKILAS INFO
: - Jumat, 04-12-2020
  • 7 bulan yang lalu / Menerima pendaftaran peserta didik baru tahun pelajaran 2020/2021 ppdb.sma-informatika-srg.sch.id
"Menjadi Kartini From Home di Tengah Pandemik Covid-19"

Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April biasanya dirayakan dengan meriah di Indonesia.. Perayaan Hari Kartini disemarakkan di setiap daerah dengan cara mengadakan perlombaan. Ada lomba membaca puisi tentang Kartini, lomba memasak dan lain sebagainya. Begitu pun dengan sekolah kami, SMA Informatika Kota Serang. Saat peringatan Hari Kartini, para siswa dan siswi datang ke sekolah dengan mengenakan pakaian batik. Tak hanya murid, bapak/ibu guru pun mengenakan pakaian khas Hari Kartini.

Namun tahun  ini, terjadi pandemi virus corona (Covid-19) yang menyebar di Indonesia  dan  membuat perayaan Hari Kartini berbeda. Tidak ada aktivitas apapun di sekolah karena siswa dan siswi belajar dari rumah sejak 16 Maret lalu.

Hari Kartini diperingati untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini. Beliau dikenal sebagai pahlawan emansipasi wanita. Kartini memperjuangkan hak-hak wanita, dan membuat  wanita  turut berkontribusi pada lingkungan sekitar, seperti seperti halnya laki-laki. Sebenarnya apa lagi kelebihan sosok Kartini yang mungkin kita belum ketahui, berikut pendapat dari Mrs Nai Nurbaeti, M.Pd seorang “Kartini Masa Kini,” yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di SMA Informatika. “Saya tertarik mendalami Ibu Kartini melalui surat-surat yang beliau kirimkan melalui sahabat-sahabatnya. Dari surat-surat tersebut  saya mengetahui  sosok ibu Kartini yang jarang diungkap yaitu beliau adalah seorang muslimah reformist pada masanya.” ujar Mrs Nai.

kartini

“Salah satu buah pikiran beliau yang kritisi  adalah mengenai tradisi pada saat itu, di mana Al-Qur’an dilarang diterjemahkan sehingga menuntun beliau menjadi murid seorang Kyai benama Kyai Sholeh Darat. Ketakjuban Kartini dituangkan dalam sebuah surat beliau kepada sahabatnya  Ny. Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, yang isinya Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai,”

Lalu dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi yaitu menjadi Hamba Allah. Dari rangkaian buah pikiran beliau, kita menyimpulkan bahwa beliau adalah seorang muslimah yang taat yang  belajar dan belajar keras untuk memahami dan mengamalkan ajaran agamanya dengan baik,” tambah Mrs Nai.

“Karena itu saya percaya salah satu buah pikiran beliau “Habis Gelap Terbitlah Terang diambil dari salah satu ayat dalam Al-Qur’an Minadz Dzulumati Ilannuur,” tutup Mrs Nai.

Lalu bagaimana caranya agar semangat dari sosok Kartini di tengah pandemi ini tetap hidup. Kartini masa kini memainkan banyak peranan dalam keluarga. Peran Kartini-Kartini dalam rumah tangga menjadi semakin penting dalam situasi pandemi seperti sekarang. Kegiatan work from home maupun school from home juga sangat membutuhkan peran Kartini modern. Kartini masa kini perlu mendampingi anak belajar dari rumah, memastikan tiap anggota keluarga tetap sehat dan terjaga asupan gizinya dan lain sebagainya.

Semoga di masa sulit ini, wanita Indonesia tetap bersemangat untuk menggali potensi yang mereka miliki agar tidak hanya menjadi inspirasi bagi para wanita lainnya dalam memberi dampak yang luas, tetapi juga bersama-sama sekuat tenaga mengerahkan seluruh bentuk ketangkasan, empati dan kesiap-siagaan untuk menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing untuk melewati pandemi ini. Semoga pandemi Covid 19 ini segera berlalu dengan datangnya bulan suci Ramadhan yang akan datang beberapa hari nanti. (21/04/2020)

“Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.” (R.A Kartini).

 

 

1 komentar

Tri Retno Wulan, Selasa, 21 Apr 2020

Great…

Balas

TINGGALKAN KOMENTAR